Skip to main content

Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam di Paparan Puskurjar

 

Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam di Paparan Puskurjar


Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning menurut Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, merupakan pendekatan pembelajaran bukan kurikulum.


Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning terdiri dari 4 lapisan yaitu

1. Kerangka Pembelajaran

Lapisan pertama terluar adalah kerangka pembelajaran yang terdiri dari 4 unsur yaitu

  1. Praktik Pedagogik
  2. Lingkungan Pembelajaran
  3. Pemanfaatan Digital
  4. Kemitraan Pembelajaran

2. Pengalaman Belajar

Lapisan kedua yaitu pengalaman belajar yang terdiri dari 3 tahapan yaitu

  1. Memahami
  2. Mengaplikasi
  3. Merefleksi

Memahami merupakan tahapan pembelajaran dasar. Sedangkan mengaplikasi dan merefleksikan termasuk tahapan pembelajaran mendalam atau Deep Learning

3. Prinsip Pembelajaran

Lapisan ketiga di kerangka yaitu prinsip pembelajaran mendalam yang terdiri dari 3 prinsip pembelajaran yaitu

  1. Berkesadaran (mindful)
  2. Bermakna (meaningful)
  3. Menggembirakan (joyful)

4. Dimensi Profil Lulusan

Lapisan terdalam atau keempat di Kerangka Pembelajaran Mendalam yaitu dimensi profil lulusan yang terdiri dari 8 dimensi.

  1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kewargaan
  3. Penalaran Kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesehatan
  8. Komunikasi

Pada Paparan Puskurjar terdapat rekomendasi strategis yaitu perubahan Profil Pelajar Pancasila yang terdiri atas enam dimensi menjadi Profil Lulusan dengan delapan dimensi






Comments

Popular posts from this blog

Teknik STOP dalam Pembelajaran Sosial Emosional

PEMBELAJARAN  Sosial Emosional (PSE) merupakan pembelajaran yang bertujuan melatih kompetensi sosial emosional peserta didik, sehingga tercapai keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional yang dapat mengantarkan mereka menjadi individu-individu yang selamat dan bahagia. PSE sangat relevan dan perlu diterapkan di Indonesia secara menyeluruh, tidak hanya secara sporadis di beberapa institusi pendidikan yang sudah mengenal konsep PSE lebih dulu, karena penerapan PSE sangat selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan cita-cita pendidikan Ki Hajar Dewantara dan dapat membantu dalam mencetak pelajar Indonesia dengan Profil Pelajar Pancasila. Dalam menerapkan PSE, guru dapat menggunakan berbagai macam teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan pembelajaran, kompetensi sosial emosional yang ingin dilatih, dan jenjang pendidikan peserta didik yang diajarkan, di mana guru dapat mendesain sendiri atau memodifikasi teknik-teknik PSE yang tepat. Penerapan PSE dapat menj...

Penerapan Mindfull learning dalam mapel IPS

 penerapan mindful learning dalam mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial): 1. Peta Konsep Interaktif Aktivitas: Siswa diajak membuat peta konsep tentang suatu topik sejarah atau geografi. Mindful learning: Saat membuat peta konsep, siswa diarahkan untuk fokus pada hubungan antar konsep, menghindari penilaian terhadap ide-ide yang muncul, dan menikmati proses menghubungkan informasi. Manfaat: Membantu siswa memahami hubungan antar konsep dengan lebih baik dan meningkatkan daya ingat. 2. Simulasi Pertemuan Budaya Aktivitas: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan masing-masing kelompok mewakili suatu budaya. Mereka kemudian berinteraksi satu sama lain, mensimulasikan pertemuan antar budaya. Mindful learning: Selama simulasi, siswa diajarkan untuk memperhatikan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara saat berkomunikasi. Mereka juga diajak untuk menerima perbedaan pendapat dan menghargai keberagaman budaya. Manfaat: Meningkatkan kemampuan komunikasi antar budaya...

Fasilitasi Perangkat Pembelajaran di SMPN 23 Simbang

  Dalam rangka optimalisasi perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan pembelajaran jenjang SMP di Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Maros melalui Pendamping Satuan Pendidikan melakukan fasilitasi terhadap guru guru yang ada di Kab. Maros. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk tim fasilitasi yang terdiri dari pendamping satuan pendidikan.   Pada UPTD SMPN 23 Simbang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Februari 2025, yang sempat tertunda karena terjadinya bencana banjir. Tim Fasilitasi yang terdiri dari H.A.Baso Amir, S.Pd., M.Pd. Indra Jaya, S.Pd., M.Pd., Misbahuddin, S.Pd., M.Pd.  melakukan pendampingan terhadap guru guru di SMPN 23 Simbang yang mengampuh setiap mata pelajaran. Tim fasilitasi dan guru melakukan koordinasi mengenai perangkat pembelajaran yang disiapkan dalam perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari : 1. Kalender Pendidikan 2. Capaian Pembelajaran 3. TP dan ATP 4. Modul Ajar 5....