Skip to main content

Apa Itu Catur Pusat Pendidikan?

 

Apa Itu Catur Pusat Pendidikan?

Konsep Catur Pusat Pendidikan yang disampaikan Wamendikdasmen mencakup empat elemen penting yang menjadi pilar utama dalam membangun karakter anak bangsa:

  1. Rumah: Sebagai tempat pertama dan utama bagi anak untuk belajar nilai-nilai dasar kehidupan. Orang tua berperan sebagai teladan utama dalam pembentukan karakter anak.
  2. Sekolah: Institusi formal yang tidak hanya bertugas memberikan pendidikan akademis, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai moral, disiplin, dan tanggung jawab.

  3. Masyarakat: Lingkungan sosial di mana anak berinteraksi dengan berbagai norma, budaya, dan aturan yang memperkaya pengalaman mereka.

  4. Media Sosial: Platform digital yang berperan besar dalam membentuk pola pikir dan perilaku anak di era teknologi. Penggunaan media sosial yang positif dan bijak menjadi perhatian utama.


“Catur Pusat Pendidikan adalah pendekatan holistik yang menggabungkan semua elemen pendidikan dalam kehidupan anak. Rumah, sekolah, masyarakat, dan media sosial harus saling bersinergi untuk menciptakan generasi emas yang berkarakter kuat.


Nyai Ahmad Dahlan menyepakati dan mempelopori sebuah formula “Catur Pusat” dalam dunia pendidikan. Catur Pusat yang dimaksud adalah : Pendidikan di dalam lingkungan keluarga, pendidikan di dalam lingkungan sekolah, pendidikan di dalam lingkungan masyarakat, dan pendidikan di dalam lingkungan tempat Ibadah.
Pertama, Pendidikan di dalam lingkungan keluarga, maksudnya bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi seorang murid atau anak. Pengenalan pertama tentang makna kehidupan, unggah ungguh serta cara berinteraksi dengan manusia dimulai dari lingkungan keluarga. Peran orang tua sangat penting dalam mengenalkan tentang yang baik dan yang buruk, dan terutama pengenalan ajaran agama Islam.


Kedua, Pendidikan di dalam lingkungan sekolah, maksudnya bahwa selain lingkungan keluarga, pendidikan juga melalui lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan tentunya merupakan lingkungan yang baik terstruktur, dan terukur yakni sarpras yang memenuhi syarat serta kurikulum yang terstandar. Meskipun lembaga pendidikan pada dasarnya ada dua kategori yakni “sekolah umum” dan “sekolah berbasis agama” yakni yang dikelola secara islami. Tetapi ke dua jenis lembaga pendidikan ini tetap mewajibkan adanya “pendidikan agama” baik Islam atau agama lainnya.


Ketiga, Pendidikan di dalam lingkungan masyarakat, maksudnya bahwa anak didik bisa memperoleh pendidikan melalui interaksi dengan masyarakat. Bahwa hidup bermasyarakat tentu mensyaratkan pentingnya etika/ moral, kebersamaan, tolong menolong, bekerjasama, aturan hidup bermasyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis dan disepakati bersama. Itu semua merupakan nilai-nilai kehidupan secara praktis yang perlu dimiliki oleh anak didik.


Keempat, Pendidikan di dalam lingkungan tempat ibadah, maksudnya bahwa pendidikan juga bisa dilakukan di tempat ibadah. Hal ini sebenarnya sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw di awal perkembangan Islam pasca Hijrah di Madinah. Masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw memiliki multi fungsi, yakni sebagai senter kegiatan keummatan, pengumpulan zakat, diskusi, membicarakan strategi perang, dan tak kalah pentingnya bahwa masjid sebagai pusat pendidikan pertama dalam sejarah umat Islam.
Mungkin teori “Catur Pusat” yang dipelopori oleh Nyai Ahmad Dahlan ini oleh beberapa ahli pendidikan dinilai tidak terlalu penting bahkan ada yang menganggap terlalu berlebihan dan mengada-ada. Tetapi Nyai Ahmad Dahlan menganggapnya itu sesuatu yang penting dan bisa dilakukan. Catur Pusat menurut Nyai Ahmad Dahlan merupakan satu kesatuan organik yang apabila dilakukan secara konsisten akan membentuk kepribadian yang utuh.

Nyai Ahmad Dahlan bukan hanya berteori, tetapi mampu merealisasikan dalam kerja nyata, dan berhasil dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog

Teknik STOP dalam Pembelajaran Sosial Emosional

PEMBELAJARAN  Sosial Emosional (PSE) merupakan pembelajaran yang bertujuan melatih kompetensi sosial emosional peserta didik, sehingga tercapai keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional yang dapat mengantarkan mereka menjadi individu-individu yang selamat dan bahagia. PSE sangat relevan dan perlu diterapkan di Indonesia secara menyeluruh, tidak hanya secara sporadis di beberapa institusi pendidikan yang sudah mengenal konsep PSE lebih dulu, karena penerapan PSE sangat selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan cita-cita pendidikan Ki Hajar Dewantara dan dapat membantu dalam mencetak pelajar Indonesia dengan Profil Pelajar Pancasila. Dalam menerapkan PSE, guru dapat menggunakan berbagai macam teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan pembelajaran, kompetensi sosial emosional yang ingin dilatih, dan jenjang pendidikan peserta didik yang diajarkan, di mana guru dapat mendesain sendiri atau memodifikasi teknik-teknik PSE yang tepat. Penerapan PSE dapat menj...

Penerapan Mindfull learning dalam mapel IPS

 penerapan mindful learning dalam mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial): 1. Peta Konsep Interaktif Aktivitas: Siswa diajak membuat peta konsep tentang suatu topik sejarah atau geografi. Mindful learning: Saat membuat peta konsep, siswa diarahkan untuk fokus pada hubungan antar konsep, menghindari penilaian terhadap ide-ide yang muncul, dan menikmati proses menghubungkan informasi. Manfaat: Membantu siswa memahami hubungan antar konsep dengan lebih baik dan meningkatkan daya ingat. 2. Simulasi Pertemuan Budaya Aktivitas: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan masing-masing kelompok mewakili suatu budaya. Mereka kemudian berinteraksi satu sama lain, mensimulasikan pertemuan antar budaya. Mindful learning: Selama simulasi, siswa diajarkan untuk memperhatikan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara saat berkomunikasi. Mereka juga diajak untuk menerima perbedaan pendapat dan menghargai keberagaman budaya. Manfaat: Meningkatkan kemampuan komunikasi antar budaya...

Fasilitasi Perangkat Pembelajaran di SMPN 23 Simbang

  Dalam rangka optimalisasi perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan pembelajaran jenjang SMP di Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Maros melalui Pendamping Satuan Pendidikan melakukan fasilitasi terhadap guru guru yang ada di Kab. Maros. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk tim fasilitasi yang terdiri dari pendamping satuan pendidikan.   Pada UPTD SMPN 23 Simbang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Februari 2025, yang sempat tertunda karena terjadinya bencana banjir. Tim Fasilitasi yang terdiri dari H.A.Baso Amir, S.Pd., M.Pd. Indra Jaya, S.Pd., M.Pd., Misbahuddin, S.Pd., M.Pd.  melakukan pendampingan terhadap guru guru di SMPN 23 Simbang yang mengampuh setiap mata pelajaran. Tim fasilitasi dan guru melakukan koordinasi mengenai perangkat pembelajaran yang disiapkan dalam perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari : 1. Kalender Pendidikan 2. Capaian Pembelajaran 3. TP dan ATP 4. Modul Ajar 5....